Ibu kota Vietnam yang mempertahankan jiwa kuno-nya — Hanoi memadukan 36 gang bersejarah Old Quarter berusia 1.000 tahun, Hoan Kiem Lake yang mistis, arsitektur kolonial Prancis yang megah, dan pho hanoi yang benar-benar berbeda dari versi Saigon. Kota yang semakin dicintai dunia.
Hanoi adalah kota yang terasa lebih tua, lebih tenang, dan lebih reflektif dibanding Ho Chi Minh City. Dimana Saigon bergerak cepat dan kapital, Hanoi bergerak dalam ritme sendiri yang lebih lambat namun lebih dalam. Old Quarter (Pho Co) dengan 36 gang yang masing-masing dinamai menurut komoditas yang pernah dijual di sana selama ratusan tahun — Hang Gai (sutra), Hang Bac (perak), Hang Dao (merah) — adalah pengalaman berjalan kaki yang paling organik di Asia Tenggara.
Pho Hanoi adalah yang paling autentik dan sangat berbeda dari versi Ho Chi Minh. Di Hanoi, pho lebih bersih dengan kuah lebih jernih dan lebih ringan, tidak terlalu banyak toping, dan dimakan tanpa terlalu banyak saus tambahan. Bun cha (mie dengan grilled pork patties dalam kuah cuka — yang dimakan Obama bersama Anthony Bourdain di Hanoi) adalah makanan yang sangat ikonik. Banh mi Hanoi juga berbeda: roti lebih tipis dan crispier.
Hoan Kiem Lake adalah pusat spiritual dan emosional Hanoi. Danau kecil di jantung kota dengan Tortoise Tower di tengahnya dan Ngoc Son Temple di tepi — menurut legenda, penyu raksasa sakral masih menghuni danau ini. Pagi hari, warga Hanoi berolahraga tai chi di sekitar danau. Minggu sore, jalan di sekitarnya ditutup untuk pejalan kaki dan berubah menjadi festival jalanan yang sangat meriah.
Ha Long Bay — Situs Warisan Dunia UNESCO dengan 2.000+ pulau kapur yang muncul dari laut — hanya 3–4 jam dari Hanoi dan menjadi destinasi yang membuat Vietnam masuk bucket list dunia. Overnight cruise di Ha Long Bay dengan kayaking di gua-gua laut adalah pengalaman yang sangat sulit dilupakan. Ninh Binh ('Ha Long di daratan') juga hanya 2 jam dari Hanoi untuk tur perahu di sawah di antara tebing batu kapur.