Kota metropolitan tersibuk di Asia yang tidak pernah berkompromi — Hong Kong memadukan pencakar langit terdapat di dunia, harbour Victoria yang ikonik, Disneyland, dim sum terbaik planet ini, dan belanja duty-free yang masih tak tertandingi. Kota yang membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil di 1.104 km².
Hong Kong adalah kota yang melampaui ekspektasi siapapun yang pertama kali datang. Kepadatan pencakar langit di Kowloon yang dilihat dari Victoria Harbour saat malam hari adalah salah satu pemandangan kota paling memukau di dunia — sinar lampu ribuan gedung yang memantul di air adalah pemandangan yang tidak bisa direplikasi di tempat manapun. Symphony of Lights laser show setiap malam pukul 20.00 dari Tsim Sha Tsui adalah atraksi gratis yang tidak boleh dilewatkan.
Dim sum Hong Kong adalah agama — bukan sekadar makanan. Yum cha di tim ho wan (satu-satunya dim sum Michelin one-star dengan harga jalanan), har gow di Maxim's Palace City Hall, roast goose di Yung Kee, dan wonton noodles di Mak's Noodle adalah pengalaman kuliner yang setiap detail hidangannya telah diasah selama puluhan tahun. Foodie yang belum ke Hong Kong belum mengalami dim sum sesungguhnya.
Transportasi Hong Kong adalah yang terbaik di dunia — MTR yang tepat waktu dengan akurasi 99.9%, octopus card yang diterima di semua transportasi dan sebagian besar toko, dan star ferry yang masih berlayar antara Kowloon dan Hong Kong Island sejak 1888. Peak Tram ke Victoria Peak adalah ikon transport sekaligus atraksi wisata utama kota.
Untuk wisatawan Indonesia, Hong Kong sudah bebas visa untuk kunjungan 30 hari. Kawasan Chungking Mansions di Tsim Sha Tsui memiliki komunitas South Asian yang sangat besar dengan banyak restoran halal Pakistan dan Indian yang sangat terjangkau. Masjid Kowloon di TST adalah masjid terbesar Hong Kong. Belanja elektronik, watches, dan fashion masih sangat kompetitif di Mong Kok dan Sham Shui Po.