Silicon Valley China yang lahir dari nol dalam 40 tahun — Shenzhen adalah kota paling futuristik di Asia dan pusat inovasi teknologi global. Rumah bagi Huawei, Tencent, DJI, dan BYD, Shenzhen menawarkan elektronik termurah di dunia, taman-taman hiburan tematik, dan vibe inovasi yang tidak ada di kota lain.
Shenzhen adalah keajaiban ekonomi yang tidak ada tandingannya. Pada tahun 1979, Shenzhen adalah desa nelayan dengan populasi 30.000 jiwa. Hari ini, kota ini dihuni 17 juta orang dan GDP per kapita-nya melampaui Hong Kong. Semua dalam 40 tahun. Ketika Mao meninggal, tidak ada yang bisa membayangkan bahwa kota yang namanya berarti 'parit dalam' ini akan menjadi pusat teknologi yang menantang Silicon Valley.
Huaqiangbei Electronics Market adalah alasan elektronik dari China bisa dibeli dengan harga yang tidak masuk akal. Mall demi mall bertingkat penuh dengan komponen elektronik, gadget, aksesori, dan produk teknologi dari semua brand dunia dengan harga grosir. Dalam satu jam berjalan di Huaqiangbei, Anda bisa membeli kabel, casing, earphones, charger, dan spare part yang di Indonesia harganya bisa 5–10× lipat.
Nanshan District adalah jantung tech Shenzhen — kantor pusat Tencent (WeChat, Honor of Kings, PUBG Mobile), kantor penelitian Huawei yang futuristik di Bantian, markas DJI (yang membuat 70% drone dunia), dan ratusan startup unicorn lainnya. Mengunjungi Tencent HQ di Nanshan atau Science and Technology Museum Shenzhen adalah pengalaman yang sangat mind-opening tentang masa depan teknologi.
Shenzhen juga memiliki sisi wisata yang sangat kuat. OCT Parks adalah kompleks taman hiburan terbesar yang meliputi Window of the World (replika miniatur landmark dunia), Splendid China Folk Village, Happy Valley, dan Fantawild yang sangat besar. Untuk wisatawan Indonesia, Shenzhen sangat mudah diakses dari Hong Kong (30 menit MTR) dan menjadi destinasi yang sangat populer untuk belanja dan hiburan.