Las Vegas Asia dengan warisan Portugis — Macau adalah SAR China terkecil yang memadukan kasino terbesar di dunia, reruntuhan gereja Portugis berusia 400 tahun, egg tart terlezat di dunia, dan resort-resort megah yang melampaui Las Vegas dalam kemegahan. Hanya 1 jam feri dari Hong Kong.
Macau adalah destinasi yang tidak bisa dikategorikan dalam satu kalimat. Di satu sisi: Cotai Strip dengan Venetian Macao (kasino + mal terbesar di Asia, 10.5 juta kaki persegi), Morpheus Hotel berbentuk exoskeleton karya Zaha Hadid terakhir, dan Wynn Palace dengan gondola-gondola yang menyeberangi laguna buatan. Di sisi lain: Ruins of Saint Paul, gereja Jesuit abad ke-16 yang tersisa hanya fasad batu megahnya setelah terbakar, dan Senado Square dengan ubin hitam-putih bergaya Portugal.
Penurunan kasino pasca-COVID dan pengurangan dominasi judi dalam ekonomi Macau sedang mengubah kota ini menjadi destinasi yang jauh lebih family-friendly. Studio City dengan Batman roller coaster, Galaxy Macau dengan wave pool terbesar Asia, dan Cotai Arena yang menampilkan konser internasional menjadi bukti pergeseran dari gambling tourism ke entertainment tourism yang lebih beragam.
Kuliner Macau adalah perpaduan yang tidak ditemukan di tempat lain — Portuguese-Macanese cuisine yang merupakan hybrid unik dari resep Portugis, India, Afrika, dan Asia yang berkembang selama 400 tahun penjajahan Portugis. Egg tart Macanese di Lord Stow's Bakery di Coloane adalah yang paling terkenal di dunia — antrian sudah mulai jam 09.00 pagi. Pork chop bun di Tai Lei Loi Kei adalah sarapan sakral.
Untuk wisatawan Indonesia Muslim, Macau memiliki masjid kecil di kawasan Areia Preta (Macau Mosque). Restoran halal lebih tersedia dibanding yang diperkirakan, terutama di kawasan Cotai dengan komunitas F&B yang sangat beragam. Banyak buffet resort besar juga menawarkan seafood station dan salad yang aman. Macau sangat mudah dikunjungi — bebas visa untuk paspor Indonesia dan sangat connected dari HK.