Kobe adalah kota pelabuhan elegan di tepi Laut Pedalaman Seto — terkenal dengan daging wagyu terbaik di dunia (Kobe Beef), pemandangan dari Nunobiki Herb Garden, distrik Kitano-cho bergaya Eropa, dan daya tarik kosmopolitan yang berbeda dari kota Jepang lainnya.
Kobe memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari Tokyo, Osaka, atau Kyoto. Sebagai kota pelabuhan yang terbuka untuk asing sejak 1868, Kobe mengembangkan identitas yang kosmopolitan dan elegan — tercermin dalam arsitektur barat di Kitano-cho, bar jazz di Kitanozaka, dan komunitas asing yang sudah ada selama lebih dari 150 tahun.
Kobe Beef adalah standar emas wagyu dunia — sapi-sapi Tajima yang dibesarkan di Hyogo Prefecture dengan standar sangat ketat menghasilkan marbling yang luar biasa. Mencicipi Kobe Beef di restoran tochiku (teppan) langsung di Kobe adalah pengalaman gastronomi yang tak terlupakan.
Kobe adalah kota yang istimewa bagi wisatawan Muslim: Masjid Kobe di kawasan Kitano, dibangun pada 1935, adalah masjid tertua di Jepang dan masih aktif hingga kini, dengan beberapa toko dan restoran halal di sekitarnya. Kobe juga punya Nankinmachi, Chinatown yang ramai di dekat Motomachi, serta Bandara Kobe di pulau buatan yang dekat dengan pusat kota. Dari Kobe, Kastil Himeji yang tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO hanya sekitar 40 menit dengan kereta, sehingga mudah dikunjungi dalam setengah hari.