Tainan adalah ibu kota budaya Taiwan yang berusia 400 tahun — lebih dari 1.600 kuil, kuliner street food terbaik di Taiwan, benteng-benteng kolonial Belanda dan Tiongkok, dan suasana yang jauh lebih tenang dari Taipei. Kota yang dicintai warga lokal namun masih belum ramai turis asing.
Tainan adalah kota tertua di Taiwan dan pernah menjadi ibu kota pulau ini selama lebih dari dua abad. Jejak sejarahnya mudah ditemukan: Benteng Anping (Fort Zeelandia) dibangun Belanda pada abad ke-17, Chihkan Tower berdiri di bekas Fort Provintia, dan Kuil Konghucu Tainan adalah yang pertama di Taiwan. Menariknya bagi wisatawan Indonesia, Belanda membangun benteng di Tainan pada masa yang sama dengan VOC di Batavia.
Bagi banyak orang Taiwan, Tainan adalah ibu kota kuliner negeri ini. Danzai noodles, sup daging sapi segar untuk sarapan, ikan bandeng (milkfish), dan coffin bread adalah hidangan khas kota ini. Night market Garden (Huayuan) yang buka beberapa malam dalam seminggu adalah salah satu yang terbesar di Taiwan. Wisatawan Muslim sebaiknya mencari restoran bersertifikat halal atau Muslim-friendly lewat aplikasi, karena banyak hidangan lokal menggunakan babi.
Jalan Shennong dengan rumah-rumah tua berlampion, Hayashi Department Store yang dibangun pada 1932, dan Anping Tree House, gudang tua yang diselimuti akar pohon beringin, membuat Tainan sangat menyenangkan dijelajahi dengan berjalan kaki atau sepeda. Di pinggir kota, Chimei Museum menyimpan koleksi seni dan alat musik dalam gedung bergaya klasik Eropa yang megah.