Kota pelabuhan terbesar Taiwan di selatan — Kaohsiung menawarkan Lotus Pond yang ikonik dengan menara naga dan harimau, District Pier Arts yang artistik, night markets autentik, dan akses mudah ke Cijin Island. Kota yang hangat, friendly, dan semakin tren di kalangan wisatawan internasional.
Kaohsiung adalah kota yang berhasil melakukan transformasi luar biasa dalam dua dekade terakhir — dari kota industri berat yang penuh polusi menjadi kota seni, kafe, dan waterfront yang sangat menawan. Dermaga Pier-2 Art Center adalah simbol transformasi ini: gudang-gudang tua bekas pelabuhan yang diubah menjadi kompleks galeri seni, kafe, toko desain, dan ruang kreatif yang menjadi tempat paling Instagram-worthy di Taiwan selatan.
Lotus Pond (Zuoying) di utara Kaohsiung adalah landmark paling ikonik kota ini — danau teratai yang dikelilingi belasan kuil berwarna-warni dari berbagai era dan gaya. Dua pagoda kembar Naga dan Harimau yang berdiri di tengah danau adalah ikon yang paling sering difoto di Kaohsiung. Masuk ke mulut naga dan keluar dari ekor harimau (atau sebaliknya) adalah ritual yang dipercaya membawa keberuntungan.
Cijin Island (Qijin) — pulau kecil yang bisa dicapai dengan feri 5 menit dari Gushan Ferry Terminal — adalah tempat paling autentik Kaohsiung untuk menikmati seafood segar dan kehidupan nelayan yang masih berjalan di Kaohsiung modern. Jalan bersepeda melingkar pulau, oyster pancake dan seafood khas Cijin di Old Street, dan pemandangan sunset dari Cijin Beach adalah pengalaman yang sangat memorable.
Kaohsiung adalah kota paling mudah dikunjungi di Taiwan dari sisi visa dan transportasi. HSR dari Taipei ke Kaohsiung hanya 1 jam 40 menit. Bandara Kaohsiung International juga menerima penerbangan langsung dari beberapa kota Asia. Dan MRT Kaohsiung yang baru dan sangat bersih menghubungkan semua atraksi utama dengan sangat efisien.