Kuching adalah ibu kota Sarawak yang charming dan underrated — kota paling bersih di Malaysia, waterfront yang romantis di tepi Sungai Sarawak, orangutan sanctuary di Semenggoh, taman nasional Bako, dan budaya Iban-Melayu-Tiongkok yang unik. Kota yang selalu mengejutkan siapapun yang datang.
Kuching adalah ibu kota Sarawak, negara bagian terluas di Malaysia, dan terletak di tepi Sungai Sarawak. Selama sekitar satu abad, Sarawak diperintah oleh keluarga Brooke yang dikenal sebagai Raja Putih; Astana dan Fort Margherita di seberang sungai adalah peninggalan masa itu. Gedung DUN Sarawak dengan atap keemasan di tepi utara sungai bisa dicapai dengan perahu tambang tradisional dari Waterfront.
Kota ini adalah basis terbaik untuk menikmati alam Kalimantan bagian Malaysia. Taman Nasional Bako, taman nasional tertua di Sarawak, menjadi habitat bekantan dan memiliki jalur hutan menuju tebing pantai. Semenggoh Wildlife Centre adalah tempat orangutan semi-liar datang ke area pemberian makan, sementara Sarawak Cultural Village di kaki Gunung Santubong menampilkan rumah panjang Iban, Bidayuh, Melanau, dan Orang Ulu.
Selain laksa Sarawak dan kolo mee, cobalah kek lapis Sarawak yang berlapis-lapis warna dan ayam pansuh yang dimasak di dalam bambu. Wisatawan Muslim dapat beribadah di Masjid Bandaraya Kuching di dekat Waterfront dan Masjid Jamek Negeri Sarawak di Petra Jaya. Bagi wisatawan dari Kalimantan Barat, Kuching bisa dijangkau dengan bus lintas batas dari Pontianak melalui pos Entikong dan Tebedu.