Kota hujan dan kopi di Pacific Northwest Amerika — Seattle adalah Space Needle, Pike Place Market, birthplace Starbucks, gunung es Mt. Rainier di latar belakang, dan headquarters Amazon, Microsoft, dan Boeing. Kota yang paling agresif dalam inovasi teknologi dengan latar belakang alam paling dramatis di benua Amerika.
Seattle adalah kota yang berhasil menjadi pusat teknologi dunia sambil mempertahankan jiwa kota kecil yang authentic. Amazon HQ yang mengisi belasan gedung modern di South Lake Union, Microsoft di Redmond 15 menit jauhnya, Boeing Everett Factory 30 menit di utara, dan Starbucks Reserve Roastery di Capitol Hill — semua dalam satu metropolitan yang diapit oleh Puget Sound di barat dan Cascade Range di timur.
Pike Place Market adalah jantung Seattle yang tidak berubah sejak 1907 — pasar publik tertua di Amerika yang masih berjalan; tukang ikan yang melempar salmon ke udara sebagai pertunjukan, kopi Starbucks original store dengan antrean panjang setiap hari, bouquet bunga lokal dengan harga tidak masuk akal murahnya, dan makanan seafood Dungeness crab dan Pacific salmon yang paling segar.
Space Needle adalah ikon yang tak lekang waktu — menara dari World's Fair 1962 yang masih sangat futuristik kelihatannya di latar belakang Puget Sound dan Mt. Rainier (jika cuaca cerah). Chihuly Garden and Glass di bawahnya adalah salah satu pameran seni kaca permanen yang paling menakjubkan di dunia. Seattle Center yang mengelilingi keduanya adalah kompleks budaya terbaik di Pacific Northwest.
Untuk wisatawan Indonesia, Seattle lebih mudah diakses dari yang disangka — penerbangan langsung dari Bali via Korean Air dengan stop di Seoul tersedia, dan dari Jakarta pun ada option via Tokyo atau Taipei. Komunitas Indonesia di Seattle tidak sebesar di LA atau New York, namun ada. Pike Place Market sangat halal-friendly dengan berbagai pilihan seafood segar yang bisa dinikmati. Masjid di Seattle tersedia dan komunitas Muslim di kota ini cukup aktif.