Ibu kota Inggris dan metropolitan terbesar Eropa — London adalah kota yang tidak pernah kehabisan daya tarik. Big Ben, Buckingham Palace, British Museum, West End Theatre, Notting Hill, dan kuliner dari 100 negara berbeda dalam satu kota. Destinasi wajib yang selalu memberi pengalaman baru.
London adalah salah satu kota paling kompleks dan paling kaya di dunia — kota di mana sejarah 2.000 tahun (dari Romawi hingga Elizabeth II) hidup berdampingan dengan seni kontemporer paling avant-garde, kuliner paling beragam di Eropa, dan keuangan paling powerful di belahan bumi barat. Tidak ada kota lain yang bisa menawarkan Westminster Abbey, Tate Modern, Gordon Ramsay, dan Notting Hill Carnival dalam radius 10 km.
Transportasi London adalah yang terbaik di Eropa — Underground (Tube) dengan 11 line, bus merah ikonik yang beroperasi 24 jam, dan Elizabeth Line baru yang menghubungkan Heathrow ke pusat kota dalam 40 menit. Oyster Card atau contactless payment diterima di semua transportasi. Jalan-jalan Hyde Park, Regent's Park, dan Green Park yang sangat luas memberikan paru-paru hijau yang luar biasa di tengah megapolitan.
Kuliner London telah berevolusi total dari reputasi lamanya sebagai 'makanan tidak enak' menjadi salah satu destinasi gastronomi terbaik dunia. Lebih dari 80 restoran berbintang Michelin, street food Brick Lane yang autentik (Bengali, Indian, Bangladeshi), Borough Market yang legendary, Chinatown Gerrard Street, dan afternoon tea di The Ritz yang belum berubah sejak 1906. London memiliki lebih banyak restoran per kapita dari Paris.
Untuk wisatawan Indonesia Muslim, London memiliki komunitas Muslim yang sangat besar (sekitar 15% populasi London) menjadikannya salah satu kota paling mudah untuk halal food di Eropa. Green Street di Upton Park, Edgware Road (Arab quarter), Whitechapel (Bangladeshi), dan Southall (Indian/Pakistani) adalah pusat-pusat komunitas Muslim dengan ratusan restoran halal. Masjid Central London di Regent's Park adalah salah satu yang paling prestisius di Eropa.