Ibu kota Belanda yang terbentuk dari kanal dan sepeda — Amsterdam memadukan museum kelas dunia (Anne Frank House, Rijksmuseum, Van Gogh Museum), kanal bergaya UNESCO abad ke-17, tulip di Keukenhof, dan kafe-kafe cozy yang menjadi jantung kehidupan kota. Kota yang paling liveable di Eropa.
Amsterdam adalah kota yang berhasil menjadi keduanya sekaligus: salah satu kota paling bersejarah di Eropa dan salah satu yang paling modern. Canal Ring — sistem kanal abad ke-17 yang menjadi Situs UNESCO — adalah infrastruktur yang dibangun oleh pedagang-pedagang Dutch East India Company (VOC) yang pernah menguasai jalur rempah dunia, termasuk Nusantara. Ada koneksi sejarah yang sangat kuat antara Amsterdam dan Indonesia: Batavia (Jakarta) adalah kota yang didirikan VOC.
Anne Frank House adalah pengalaman yang paling emosional di seluruh Eropa — rumah persembunyian di mana Anne Frank dan keluarganya bersembunyi selama 2 tahun dari Nazi, sebelum akhirnya ditangkap. Buku hariannya menjadi salah satu buku paling dibaca di dunia. Mengunjungi ruangan-ruangan tersembunyi yang masih persis sama adalah pengalaman yang membuat banyak orang menangis diam-diam. Pesan tiket online jauh-jauh hari — sering sold out.
Van Gogh Museum menyimpan koleksi terbesar karya Vincent van Gogh di dunia — lebih dari 200 lukisan, 500 gambar, dan 700 surat. Rijksmuseum adalah museum sejarah dan seni Belanda terbesar dengan Rembrandt's The Night Watch yang mengagumkan. Stedelijk Museum untuk seni kontemporer dan Moco Museum untuk Banksy dan street art. Amsterdam memiliki lebih banyak museum per km² dari kota manapun di dunia.
Amsterdam sangat Muslim-friendly dibanding kota besar Eropa lainnya. Komunitas Muslim Amsterdam (terutama Moroccan, Turkish, dan Surinamese) sangat besar. Kawasan Overtoom, Kinkerstraat, dan De Baarsjes adalah pusat restoran halal North African dan Turkish yang sangat terjangkau. Albert Heijn supermarket memiliki section halal yang lengkap. Dan Masjid Al-Kabir Wahid (terbesar Belanda) berdiri megah di Amsterdam.