Kota di mana mimpi terbesar manusia menjadi kenyataan dalam baja dan kaca — Dubai adalah metropolis termewah di Arab dengan Burj Khalifa tertinggi di dunia, pantai-pantai eksklusif, mal 1.200 toko, dan resort bintang tujuh yang mendefinisikan ulang arti kemewahan. Destinasi yang tidak tertandingi di Timur Tengah.
Dubai adalah kota yang mustahil sekarang menjadi nyata. Pada 1960, Dubai adalah kota nelayan. Hari ini: Burj Khalifa 828 meter yang tertinggi di dunia, Palm Jumeirah yang dibangun dari pasir di laut, dan ski resort indoor di tengah gurun. Dubai membuktikan bahwa dengan kemauan, modal, dan visi, manusia bisa membangun kota dari nol dalam satu generasi. Dan hasilnya adalah yang paling menakjubkan di dunia.
Dubai Mall adalah pengalaman tersendiri — 1.200 toko, Olympic-size ice rink, akuarium 10 juta liter, waterfall dalam ruangan, dan Burj Khalifa yang bisa Anda lihat langsung dari luar mall. Dubai Frame 150 meter adalah bingkai raksasa yang memperlihatkan Old Dubai dan New Dubai dalam satu pandangan. Burj Al Arab — hotel 'bintang tujuh' yang ikonik berbentuk layar kapal di atas pulau artifisial — adalah simbol kemewahan yang telah menjadi ikon seluruh Dubai.
Dubai adalah destinasi yang sangat Muslim-friendly — ini yang membuat sangat populer di kalangan wisatawan Indonesia. Makanan halal di mana-mana, tidak ada alkohol di tempat umum, toko-toko tutup saat waktu sholat, dan azan terdengar di seluruh kota. Selain itu, Dubai bebas pajak untuk belanja luxury goods — brand premium 15–30% lebih murah dari di Indonesia, dan duty-free bandara Dubai adalah yang terbesar di dunia.
Abu Dhabi hanya 1,5 jam dari Dubai — dan menawarkan pengalaman yang sangat berbeda: Sheikh Zayed Grand Mosque (masjid terbesar di Asia Selatan-Timur Tengah dengan kapasitas 41.000 jemaah), Louvre Abu Dhabi, dan Formula 1 Yas Marina Circuit. Banyak wisatawan Indonesia menggabungkan Dubai (3–4 malam) + Abu Dhabi (1–2 malam) dalam satu trip UAE yang sempurna.