Ibu kota UAE yang lebih anggun dan terencana dari Dubai — Abu Dhabi menawarkan Sheikh Zayed Grand Mosque yang menakjubkan, Louvre Abu Dhabi di atas air, Yas Marina Circuit Formula 1, dan resort-resort di pulau-pulau privat yang jauh lebih tenang dari hingar-bingar Dubai.
Abu Dhabi adalah Dubai yang lebih dewasa, lebih terencana, dan lebih kaya secara per kapita. Ibu kota UAE ini menyimpan lebih dari 6% cadangan minyak dunia dan dengan hati-hati menginvestasikan kekayaan itu ke dalam infrastruktur budaya kelas dunia. Louvre Abu Dhabi — branch pertama Louvre di luar Paris — adalah museum yang arsitekturnya sendiri sudah menjadi mahakarya: dome berlubang-lubang yang membiarkan cahaya matahari masuk dalam pola bintang seperti cahaya yang menembus kanopi hutan.
Sheikh Zayed Grand Mosque adalah masjid paling megah yang pernah dibangun pada abad ke-21 — kapasitas 41.000 jemaah, 82 kubah, 1.096 pilar, karpet buatan tangan terbesar di dunia (5.700 m²), dan 24 crystal chandeliers dari Swarovski. Bagi wisatawan Indonesia Muslim, ini adalah pengalaman spiritual yang sangat luar biasa. Dan bagi siapapun, ini adalah pencapaian arsitektur yang membuat orang berdiri diam takjub.
Yas Island adalah pusat hiburan Abu Dhabi — Yas Marina Circuit (satu-satunya sirkuit F1 yang menyeberangi garasi pit dengan lintasan di atasnya), Ferrari World (roller coaster Formula Rossa tercepat di dunia), Warner Bros. World, dan Yas Waterworld yang memegang beberapa rekor waterpark dunia. Semua dalam satu pulau yang berjarak 30 menit dari pusat kota.
Untuk wisatawan Indonesia, Abu Dhabi menawarkan everything Dubai tawarkan namun dengan suasana yang jauh lebih tenang dan less commercial. Hotel-hotel di pulau Saadiyat, Yas, dan Al Maryah memberikan pengalaman resort yang sangat eksklusif. Dan harga — meski tidak murah — sedikit lebih terjangkau dari Dubai untuk kelas yang sama.