Kota pelabuhan historis di tepi Laut Merah yang menjadi gerbang masuk utama jamaah Umrah dan Haji ke Tanah Suci. Jeddah modern memadukan warisan UNESCO Al Balad, Corniche yang megah, dan fasilitas kota kelas dunia — destinasi sempurna sebelum atau sesudah ibadah.
Jeddah adalah kota Saudi Arabia yang paling kosmopolitan dan terbuka. Sebagai kota pelabuhan di Laut Merah yang telah beroperasi selama ribuan tahun, Jeddah menyimpan percampuran budaya yang luar biasa — dari pedagang India, Afrika, Yaman, dan dunia Arab yang masing-masing meninggalkan jejak dalam arsitektur, kuliner, dan karakter kota.
Al Balad, kota tua Jeddah yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, adalah salah satu kawasan bersejarah paling menakjubkan di Timur Tengah. Rumah-rumah bertingkat dari kayu coral (batu karang laut) dengan mashrabiyah — jendela kayu berlubang khas Arab — memberikan suasana yang sangat berbeda dari kota-kota modern Saudi Arabia lainnya.
Jeddah modern adalah pusat ekonomi, mode, dan budaya Saudi Arabia. Vision 2030 telah mengubah wajah Jeddah dengan gedung-gedung supertall di sepanjang Corniche, festival budaya terbuka, konser internasional, dan restoran fine dining non-halal pertama yang mulai dibuka. Jeddah adalah barometer perubahan paling cepat di Saudi Arabia.
Sebagai gerbang utama jamaah Umrah dan Haji, Bandara King Abdulaziz Jeddah (KAIA) adalah salah satu bandara tersibuk di dunia. Terminal Haji yang terpisah khusus menangani jutaan jamaah Indonesia setiap tahunnya. Dari Jeddah ke Makkah hanya 1 jam, dan banyak jamaah memanfaatkan Jeddah untuk beristirahat dan berbelanja sebelum atau sesudah Umrah.