Ibu kota Korea Selatan yang memadukan tradisi dinasti Joseon dengan K-Pop, K-Drama, dan teknologi masa depan dalam satu metropolis yang bergetar. Dari istana Gyeongbokgung hingga jalanan Gangnam yang glamor, Seoul adalah destinasi Asia yang sedang di puncak popularitasnya.
Seoul adalah kota yang sedang dalam momen terbaiknya — Korean Wave (Hallyu) telah mengangkat budaya Korea ke seluruh dunia, dan wisatawan Indonesia adalah salah satu komunitas terbesar yang datang ke Seoul setiap tahunnya. Myeongdong adalah tujuan pertama hampir semua wisatawan Indonesia — pasar kecantikan terbesar Korea dengan ribuan produk skincare, K-beauty, dan kosmetik yang setengah harganya dari di Jakarta.
Namun Seoul jauh lebih dari sekadar K-beauty shopping. Gyeongbokgung Palace — istana utama Dinasti Joseon dari abad ke-14 — adalah salah satu tempat paling menakjubkan di Asia Timur. Memakai hanbok sewaan sambil berjalan di antara gate-gate istana yang megah adalah pengalaman yang selalu muncul di Instagram dengan caption yang sama: 'tidak percaya tempat ini nyata.' Bukchon Hanok Village di atasnya adalah lingkungan rumah tradisional Korea yang masih dihuni hingga hari ini.
Makanan Korea untuk wisatawan Indonesia adalah pengalaman yang sangat mengasyikkan. Korean BBQ di Mapo-gu yang terkenal, bibimbap di Jeonju-style restaurant, tteokbokki pedas di pojangmacha (warung tenda) Dongdaemun, dan samgyeopsal (perut babi panggang) yang menjadi ritual malam di Seoul. Untuk yang halal, ada deretan restoran halal di Itaewon — kawasan internasional Seoul yang juga memiliki masjid utama Korea.
Seoul di musim dingin (Desember–Februari) adalah pengalaman tersendiri — kota yang tertutup salju, skating di Lotte World, dan hanbok di salju yang sangat indah untuk foto. Musim semi (Maret–Mei) adalah yang paling populer karena bunga sakura menghiasi taman-taman kota. Musim gugur (Oktober–November) dengan daun merah di Bukhansan National Park juga sangat cantik. Setiap musim Seoul menawarkan versi terbaiknya.