Ibu kota abadi Tiongkok yang menyimpan lebih banyak Situs Warisan Dunia UNESCO daripada negara manapun — Tembok Besar China, Forbidden City, Temple of Heaven, dan Summer Palace menjadikan Beijing destinasi wajib setiap orang yang serius mempelajari peradaban manusia.
Beijing adalah kota yang tidak ada tandingannya dalam hal kedalaman sejarah dan kekayaan budaya. Forbidden City (Palace Museum) adalah kompleks istana terbesar di dunia yang pernah dibangun — 980 bangunan di atas 72 hektar yang menjadi rumah 24 Kaisar selama 500 tahun. Berjalan di bawah Gerbang Meridian yang megah dan masuk ke dalam kompleks yang dibangun tahun 1420 adalah pengalaman yang membuat orang sadar betapa kecilnya dirinya di hadapan sejarah.
Tembok Besar China di Mutianyu atau Jinshanling (1–2 jam dari Beijing) adalah salah satu pencapaian teknik terbesar dalam sejarah umat manusia. Dibangun selama lebih dari 2.000 tahun, memanjang 21.196 km, dan menjadi simbol paling ikonik dari seluruh sejarah China. Mendaki bagian yang direstorasi dengan pemandangan Tembok yang berkelok-kelok di antara perbukitan hijau adalah pengalaman yang sulit dilupakan.
Beijing modern adalah kontras yang mencolok — hutong (gang-gang tradisional berusia ratusan tahun) yang masih hidup berdampingan dengan CCTV Tower oleh Rem Koolhaas, Bird's Nest dan Water Cube dari Olimpiade 2008, dan Central Business District yang penuh dengan firma hukum dan bank investasi internasional. Kota yang tidak pernah berhenti dalam transformasi sambil menjaga identitas historisnya.
Bebek Peking (Peking Duck) adalah makanan yang harus dimakan di kota asalnya — Quanjude yang telah melayani bebek panggang sejak 1864, atau Da Dong yang versi kontemporer dan lebih krispi. Hotpot Beijing di musim dingin adalah pengalaman kuliner yang sangat sosial dan menghangatkan. Dan jajanan di Wangfujing Snack Street untuk mereka yang lebih petualang.