Kota pelabuhan terbesar Korea Selatan yang memadukan pantai berpasir putih, pasar seafood terbesar Asia, kuil di tebing laut, dan galeri seni warna-warni. Busan menawarkan pengalaman Korea yang sangat berbeda dari Seoul — lebih kasual, lebih hangat, dan lebih autentik.
Busan adalah kota Korea yang paling underrated bagi wisatawan Indonesia. Terletak di ujung selatan Semenanjung Korea, kota pelabuhan ini memiliki karakter yang sangat berbeda dari Seoul — lebih santai, lebih hangat (harfiah dan kiasan), dan dengan pemandangan laut yang tidak dimiliki ibu kota. Haeundae Beach adalah salah satu pantai paling terkenal di Asia Timur — hampir 2 km pasir putih yang menghadap Laut Jepang.
Jagalchi Fish Market adalah jantung Busan yang paling autentik — pasar seafood terbesar Asia dengan ribuan penjual ikan segar, kerang, gurita, dan makanan laut lainnya yang dibawa langsung dari kapal-kapal nelayan. Makan sashimi dan soybean paste stew di lantai dua pasar tepat di atas meja yang menghadap laut adalah pengalaman kuliner Korea yang sangat kuat.
Gamcheon Culture Village adalah fenomena tersendiri — kampung bukit kumuh yang diubah menjadi karya seni raksasa melalui cat warna-warni dan mural-mural artsy. Dijuluki 'Santorini Korea' (meski wajah Santorini jauh lebih dramatis), Gamcheon menjadi salah satu destinasi foto paling populer Korea dan sangat fotogenik untuk media sosial.
Busan juga rumah bagi Haedong Yonggungsa — kuil Buddha yang dibangun langsung di tebing tepi laut dengan ombak laut yang menghantam bebatuan di bawahnya. Pemandangan kuil dengan latar belakang laut biru Pasifik adalah salah satu pemandangan paling dramatis di Korea. Mengunjungi Haedong Yonggungsa saat matahari terbit adalah pengalaman yang sulit dilupakan.