Kota kedua Filipina yang menjadi gerbang ke pantai-pantai terbaik Asia — Cebu menawarkan snorkeling bersama whale sharks di Oslob, Malapascua Island untuk thresher shark diving, Kawasan Falls yang viral, dan lechon Cebu yang Anthony Bourdain sebut 'the best pig in any form'. Surga yang masih terjangkau.
Cebu adalah kota yang menjadi gateway terbaik untuk mengeksplorasi pulau-pulau Visayas yang menakjubkan. Berbeda dari Manila yang lebih metropolitan, Cebu memiliki karakter yang lebih santai dan lebih dekat ke alam. Magellan's Cross — kayu salib yang dibawa Ferdinand Magellan saat 'menemukan' Filipina pada 1521 — berdiri di jantung kota sebagai pengingat 500 tahun sejarah Christianisasi Filipina.
Oslob Whale Shark Watching adalah pengalaman yang mengubah hidup — berenang bersama ikan terbesar di dunia (hingga 12 meter) di perairan dangkal hanya 4 jam dari Cebu City. Meskipun kontroversial dari sisi etika karena ikan hiu paus diberi makan oleh nelayan, ini tetap menjadi salah satu pengalaman snorkeling paling dramatis di Asia. Alternatif lebih etis: diving di Tubbataha Reef (seasonal) atau Moalboal untuk snorkeling bersama ribuan sardine yang bergerak seperti tornado.
Kawasan Falls di Badian adalah salah satu air terjun paling indah dan paling viral di Asia — air terjun bertingkat empat yang bisa dicapai dengan canyoneering (berenang, melompat, dan memanjat tebing sepanjang 3 km), menghasilkan foto dan video yang sangat dramatis. Bagi yang tidak mau canyoneering, jalur trekking biasa ke air terjun utama juga sangat worth it.
Malapascua Island — pulau kecil 2 jam dari Cebu di ujung utara Cebu — adalah satu-satunya tempat di dunia di mana thresher shark (hiu berekor panjang) bisa dilihat secara reguler hampir setiap pagi di Monad Shoal. Ini adalah ikan yang selalu berada di open ocean dalam dan hampir tidak pernah terlihat oleh penyelam di tempat lain, menjadikan Malapascua destinasi bucket list untuk penyelam dari seluruh dunia.