Ibu kota Filipina yang memadukan benteng Intramuros bersejarah dari era penjajahan Spanyol, mal-mal terbesar di Asia, casino resort di Manila Bay, dan kehangatan orang Filipina yang tidak ada tandingannya. Gateway terbaik ke pantai-pantai eksotis Filipina.
Manila adalah kota yang memerlukan waktu untuk dipahami — pada pandangan pertama, kemacetan, kesenjangan sosial, dan kepadatan kota bisa membuat terkejut. Namun dibalik itu semua, Manila adalah kota yang sangat hidup dengan budaya pop yang kuat, orang-orang yang paling ramah di Asia, dan kehidupan malam Makati yang paling bersemangat di Asia Tenggara. Manila adalah gateway — hampir semua penerbangan ke Filipina mendarat di sini sebelum melanjutkan ke Cebu, Palawan, atau pulau-pulau lainnya.
Intramuros adalah permata sejarah Manila — kota bertembok yang dibangun oleh Spanyol pada tahun 1571, salah satu contoh arsitektur kolonial Spanyol paling utuh di Asia. Fort Santiago tempat Jose Rizal ditahan sebelum dieksekusi, dan San Agustin Church (Situs UNESCO) yang selamat dari Perang Dunia II adalah bagian terpenting dari warisan ini. Bersepeda keliling Intramuros adalah salah satu pengalaman wisata sejarah terbaik di Asia Tenggara.
Makati City adalah Manhattan Asia Tenggara versi Filipina — gedung-gedung tinggi, restoran bintang Michelin, bar premium, dan kehidupan malam yang sangat aktif. Bonifacio Global City (BGC) lebih baru dan lebih bersih dengan trotoar yang ramah pejalan kaki, galeri seni, dan festival-festival kuliner yang sangat kreatif. SM Mall of Asia di Manila Bay adalah salah satu mal terbesar di dunia.
Bahasa Inggris adalah bahasa resmi kedua Filipina — hampir semua warga Manila berbicara Inggris dengan sangat fasih, menjadikan Manila salah satu destinasi paling ramah bagi wisatawan Indonesia yang tidak bisa berbahasa lokal. Makanan Filipina yang belum banyak dikenal dunia — adobo, sinigang, kare-kare, lechon Cebu — adalah petualangan kuliner tersendiri. Dan bagi wisatawan Muslim, Masjid Golden Mosque di Quiapo dan kawasan Halal di Manila tersedia.